Ironi Hari Keuangan

Tanggal 29 Oktober 63 tahun yang lalu, di tengah2 ghirah kemerdekaan serta sikap waspadanya rakyat terhadap pasukan perdamaian yang datang pasca proklamasi…malam hari itu, pukul 8 malam waktu setempat, di gedung Radio Republik Indonesia Yogyakarta…Pak Muhammad Hatta dengan penuh kelantangan bicara dan keteguhan jiwa patriotis…mengumumkan kepada rakyat Indonesia, bahwa mulai besok…tanggal 30 Oktober 1946…uang keluaran jepang dan uang keluaran de javasche bank dinyatakan tidak berlaku lagi untuk digunakan sebagai alat tukar yang sah…

“mulai besok, rakyat indonesia akan berbelanja dengan uangnya sendiri…dan mulai besok, rakyat indonesia akan menjadi rakyat dari negara yang berdaulat atas ekonominya sendiri…”

itu kutipan perkataan pak Muhammad Hatta ketika suaranya menyebar melalui gelombang radio ke seluruh penjuru khatulistiwa yang kita cintai…penjuru khatulistiwa yang di bawahnya bertebaran tanah2 yang subur…ternak2 yang sehat…sumber2 mata air panas yang menggelegak namun menyehatkan…dan lautan yang menyelimuti pulau2 nusantara nan dipenuhi dengan kekayaan bahari yang tiada terkira…

Mungkin itulah yang menyebabkan timbulnya kesadaran dari segenap tokoh2 nasional, serta pejuang2 yang tidak kita kenal sama sekali…kesadaran kalau negara ini mempunyai potensi luar biasa…potensi yang tidak dinikmati oleh si empunya, melainkan si penjajah…hingga timbulah kesadaran dan keinginan untuk menjadi bangsa yang berdiri di atas kakinya sendiri…bebas menentukan nasibnya sendiri…dan memutuskan urusannya sendiri…

“Berdaulat atas ekonominya sendiri”…itu yang Pak Muhammad Hatta katakan saat itu…setau gw…berdaulat itu, padanan katanya adalah, berkuasa…yang berarti, maksud Pak Muhammad Hatta adalah…perekonomian yang dikuasai oleh negara kita sendiri…sulit di intervensi oleh negara lain…dan mandiri dalam segala kegiatan yang tercakup di dalamnya…

Namanya adalah Oeang Republik Indonesia…salah satu unsur kedaulatan yang harus dimiliki sebuah negara yang merdeka yang implikasinya luar biasa sekali dalam berkehidupan berbangsa..

saat itu, rakyat merasa bangga sekali memegang alat tukar yang tertuliskan Indonesia di atas kertas lusuhnya…karena uang itu bukan sekedar alat tukar, saudaraku sebangsa…itu adalah kebanggaan atas identitas sebagai rakyat indonesia…karena memegang uang kertas itu, saudaraku sebangsa…sama rasa bangganya ketika sedang memanggul senjata di garis terdepan atas perlawanan agresi militer belanda…

Ironi…

entah kalian rasakan atau tidak…? tapi ironi itu tergambar jelas di mata gw…ironi ketika cita2 pak Muhammad Hatta akhirnya harus kandas ditengah2 gelombang menghanyutkan bernama ekonomi global, atau sebutlah ekonomi yang diatur oleh segelintir orang yang mempunyai kuasa atas perekonomian…kebanggaan itu akhirnya harus rela terombang-ambing oleh intervensi penjajah modern yang tidak rela negara ini menjadi mandiri…karena negara ini adalah negara yang kaya luar biasa…yang akhirnya membuat mereka takut jikalau negara ini berkembang menjadi negara besar yang kuat…

gurita ekonomi yang diciptakan penjajah itu, kini dengan mudahnya mengatur dan merusak kemandirian kita…rupiah, seperti yang kita ketahui, begitu mudahnya terpengaruh oleh kondisi ekonomi yang terjadi di negara ini ataupun negara lain…atau janganlah gejala ekonomi…statement yang dikeluarkan pihak2 tertentu mungkin saja dapat melemahkan kekuatan rupiah di hadapan mata uang asing dengan dampak yang cukup serius…

oke…sistem ternyata membuat kita terjajah kembali…namun yang tidak kita sadari adalah…”kitalah yang menyuburkan sistem tersebut untuk merongrong perekonomian kita” …kalo dalam konteks nilai tukar, atau sebutlah kekuatan rupiah atas mata uang lain…sadar tidak sadar, kita lah rayap2 yang justru menggerogoti rumahnya sendiri…

tau gak…kalo perilaku kita yang kurang menghargai produk dalam negeri ternyata mempengaruhi kekuatan mata uang kita…kalian tahu, karena kecenderungan kita yang terlalu berlebihan terhadap merek asing…baju2 yang diproduksi di dalam negeri ternyata diekspor terlebih dahulu ke luar negeri untuk kemudian dilabeli merek…karena bangsa ini lebih menyukai produk2 bermerek asing…hingga akibatnya mata uang asing semakin perkasa di hadapan rupiah karena dipakai untuk mengimpor kembali baju tersebut…

minyak mentah yang diambil dari bumi pertiwi…harus diekspor terlebih dahulu ke negara lain untuk dimasak…lalu kemudian diimpor kembali ke indonesia…alasannya…karena hal tersebut menjadi proyek lazim dari oknum2 jahat untuk meraup keuntungan dari sumber daya yang seharusnya untuk menjamin kesejahteraan rakyat…

heh…

Merasa marah…bukan merasakan sebuah Ironi…

mungkin itu yang pak Muhammad Hatta rasakan kalau beliau melihat kenyataan tersebut saat ini…

___***___

lalu kenapa dirimu hanya merasakan ironi saja mip…bukan kemarahan seperti beliau…?

entahlah, mungkin nasionalismeku semakin tergerus…?

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s