2 Tahun Penempatan

Konsekuensi…itu kata yang paling tidak harus lo pahami benar2…baik makna harfiah maupun makna maknawiyah serta filosofi2 yang mengekor di belakangnya, ketika lo memutuskan untuk menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Kedinasan pencetak para penjaga keuangan negara…

pencetak para penjaga keuangan negara ? …yah, setidaknya itu yang diharapkan…sebab, pada akhirnya, tidak sedikit juga yang gw temui…menyerah pada sistem bobrok yang sudah mengkarat…atau justru turut mengkarati sistem tersebut…walaupun gw sepenuhnya sadar…kalau…mengubah sistem tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan…hingga diperlukan sebuah usaha yang kontinyu dan konsisten dalam segi kuantitas dan kualitas…

tapi setidaknya paradigma sudah berubah, sistem juga perlahan demi perlahan mengalami perbaikan…setidaknya itu yg gw dengar ketika mengobrol di tengah2 break rapat dengan ibu2 pejabat menengah di kantor…katanya, “udahlah, mengutip2 uang di jaman sekarang ini udah bukan jamannya lagi…apalagi bermain2 dengan proyek kegiatan, dsb…sekarang jamannya transparansi dan akuntabilitas…kalau ingin negara yang lebih baik…kita yang musti nyontohin kepada generasi2 muda itu”…atau ketika dua hari yang lalu gw mendengar cerita bapak2 pegawai Kantor Pelayanan Pajak yang setahun lagi akan pensiun, “jaman sekarang mas, udah gak bisa lagi nego2 sama wajib pajak…orang yang bisa, saya kasih empat jempol deh…karena y itu mas, pengawasannya udah ketat banget…”

sekarang, kita mau jadi bagian dari perubahan atau tidak..??

___***___

*ngomongin konsekuensi kok jadi ngalor ngidul gini y*

yah itung2 refleksi diri…secara suka males mengerjakan pekerjaan audit…

Smangat Mip..!!

___***___

balik ke konsekuensi, emang ada y..? ya adalah…paling gak ada dua konsekuensi yang harus diterima seseorang ketika memutuskan untuk kuliah di STAN…pertama adalah, gak boleh nikah ketika masa kuliah…(hehehe)…yang kedua adalah harus mau menerima takdir dimana daerah penempatan kita nantinya ketika lulus nanti…

hehehe…konsekuensi pertama, gak ada masalah…toh gw juga gak berniat menikah di usia2 tersebut…qeqeqe…nah konsekuensi kedua nih…yang bikin gw kepikiran…secara departemen keuangan, di perbatasan negeri ini pun masih punya kantor daerahnya…bahkan pulau terpencil sekalipun atau bahkan kota yang nyempilnya minta ampun…

sebenernya…konsekuensi penempatan gak terlalu gw pikirin di tahun pertama dan kedua…secara mip2 waktu itu ngejalanin perkuliahan sambil lalu aja…dan sibuk ngurusin amanah di sekolah, sedikit di kampus, dan di lingkungan kos2an…flowing gitu aja dulu…

nah…memasuki tingkat 3…baru deh kepikiran…hingga akhirnya gw mau gak mau harus memantapkan diri gw…kalau gw akan menerima dimanapun gw akan ditempatkan…walaupun gw sempat berpikir…karena gw lahir di bandung, saat itu gw berharap bapak2 ibu2 di kepeg/biro umum/setjen yang mutusin nanti, mempertimbangkan kalo ni anak harus membangun dan mengabdi di kota kelahirannya, jadi anak ini harus ditempatkan di bandung…

(pemikiran yg aneh)

yah..namanya juga ngarep om

___***___

namun…tak dinyana…ketika kita (anak2 tingkat 3 ponjay) lagi chit chat di masjid Uswah…ada yang bilang kalo Menko Perekonomian (MP) tahun ini minta lulusan baru…dan bagi kalian yang gak tahu…kalo MP itu adalah, instansi pemerintah yang hanya punya satu kantor, yaitu di jakarta aja…dan peluang dimutasi ke daerah adalah 0%…(kecuali kalo kantornya bubar)…pheww…peluang 0% ini harus gw coba…ketimbang gw pilih Depkeu, yang belum tentu gw ditempatinnya bakalan di Bappepam, BKF, Irjen, Setjen, dan unit Eselon 1 lainnya yang cuman di Jakarta…

serius lo..??!! kalo gk salah itu frase yang gw keluarkan ketika ngobrol2 waktu itu…(keceplosan gw lo nya, karena gw emang suka ngerasa gak sopan kalo ngobrol pake bahasa itu sama anak stan) …kata temen gw sih, sepertinya begitu…y udah deh…harapan itu gw jaga, sembari mempersiapkan UKT (ujian komprehensif tertulis)…

info ini pun gk lupa gw sampein ke ortu…mereka bilang sih, “yah mudah2an bener”…secara sebenernya mereka juga agak gak sreg aja kalo gw harus penempatan jauh, well, at least itu kesimpulan gw ketika beberapa waktu yang lalu kita sempet ngobrol, dan nyokap akhirnya bercerita kalau salah satu doa beliau ketika di Raudhah Masjid Nabawi adalah beliau berdoa agar gw ditempatkan di Jakarta…

___***___

and then…an sms from kang hilman…said that, ive accepted in MP…and pointed me as a coordinator for 5 other student from akun…

it was happened two years ago…in the middle of ramadhan…

___***___

now here i am…still in jakarta…my hometown…where i spent my childhood…where memories about struggle, happiness, friendship and sadness are made…

My Lord has given this chance to me…

And I must take this chance to optimize my potential wholeheartedly and to be a worthwhile person…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s