Persamaan Akuntansi, Cerminan Kapitalisme

capitalismMinggu kemaren gw baru dapet kuliah yg menarik, dan pengen gw bagi ke lo semua…tapi karena seminggu ini gw gk dijakarta jadinya baru bisa gw bikin dan posting hari ini…postingan ini juga menandakan kalo gw masih sayang sama lo blog…hampir sebulan y blog gw nyuekin lo…tapi gw tw lo gk bakalan marah kan blog…secara selama gw tinggalin selama sebulan…lo tetep gw kasih nafkah lahir batin kan…??

(mip2 GILA..!!!)

Sebagian besar dari kalian semua tentunya tau apa itu persamaan akuntansi…persamaan akuntansi merupakan landasan dalam metode pencatatan berpasangan, persamaan tersebut juga menjadi landasan dalam penyusunan neraca …

Persamaan tersebut berbunyi kalo : Aset = Kewajiban (hutang) + Ekuitas…

Kalo ditelaah lagi…persamaan tersebut merupakan cerminan kapitalisme yang keberpihakannya hanya kepada pemilik modal…kenapa…?

Gini…sebelumnya gw jelasin dulu…misal kita pindah kewajiban ke sisi kiri persamaan hingga menjadi : Aset – Kewajiban = Ekuitas…menurut pendapat gw persamaan tersebut menandakan kalo aset dan kewajiban yang dimiliki perusahaan merupakan tanggung jawab dari pemilik…setuju gak…?

Nah kembali ke bentuk persamaan awal…Aset = Kewajiban + Ekuitas…tetapi, apa sih yang terjadi sebenarnya…??

Ketika pemilik memerintahkan kepada pegawai, manajer, CEO, direksi, (keempat itu gw namain pegawai) apapun namanya untuk mengembangkan perusahaan atau menaikkan laba perusahaan…semua tanggung jawab itu diserahkan sepenuhnya kepada pegawai…pemilik modal sifatnya hanya sebagai pemain pasif dalam pengembangan perusahaan…namun mereka justru mendapatkan hasil/keuntungan yang jauh lebih besar daripada pegawai…

Lihat persamaan…ketika aset dinaikkan sebesar “X”…tentunya sisi kanan persamaan juga harus bertambah “X” juga kan…misal kenaikan “X” diakomodasi oleh kewajiban…namun alih-alih pemilik modal yang bekerja keras untuk menghasilkan kas atau aset lancar lain untuk melunasi kewajiban…pegawailah yang sebenarnya bekerja keras banting tulang memeras keringat dan berlinang darah…(lebay)…

Ketika tujuan perusahaan tercapai…berapa coba bonus yang diberikan kepada pegawai??…tadi gw baca majalah SWA…ada profil perusahaan yang berhasil meningkatkan nilai aset dari milyar satu digit menjadi 1 triliun dalam 5 tahun…apa yg diberi perusahaan kepada pegawai??…outbond untuk meningkatkan semangat kerja dan kebersamaan, dan bonus 1 juta kepada seluruh pegawai…dari pegawai menengah sampai setingkat CS…

Misal, gw gk konservatif…berasumsi kalo bonus tersebut jumlahnya mencapai 10 miliar…bandingkan dengan penambahan nilai kepemilikan pemodal sebesar 900 miliar…

KAPITALIS…!!!

Pemodal yang bekerja secara pasif…menikmati benar, prinsip dari persamaan akuntansi…iya…pemodal yang tiap weekend main golf, makan di Pepper Lunch, beli pakaian di Rebecca Taylor, gk mikir2 beli bensin beroktan 90 ke atas buat Lancer Evo X…hahahahaha…

—**—

Lah kan pembiayaan bisa juga berasal dari penambahan ekuitas…??(pertanyaan usil gw)…yang berarti pemodal sebenernya juga berperan dalam pengembangan perusahaan…

Hmm…lo pikir gitu…(akhirnya gw jawab sendiri)

Coba tanya…ketika penawaran saham publik yang biasanya presentasenya lebih besar dari saham preferen…yang membeli sebenernya adalah para spekulan saham dan pegawai perusahaan yang punya hak opsi…ujung2nya siapa coba yang harus bekerja keras banting tulang memeras keringat dan berlinang darah…(lebay lagi)…untuk menyediakan kas atau aset lancar lain untuk membayar ketika sahamnya ingin dijual lagi oleh spekulan, atau hak opsiny dipakai oleh pegawai…??!!

Nah…pada intinya gw mau bilang gini…

Buat kalian para Ahli Madya, Sarjana Ekonomi, Magister yang berlatar belakang akuntansi…sebenarnya kalian adalah…

SALAH SATU BUDAK KAPITALISME…!!!

6 Comments

Filed under Uncategorized

6 responses to “Persamaan Akuntansi, Cerminan Kapitalisme

  1. Great post bro..!
    gw seneng postingan lo yg ini

    untung gw bukan Ahli Madya, Sarjana Ekonomi ato Magister yang berlatar belakang akuntansišŸ˜€

  2. mip2

    yihaaaa….!!!!!
    makasih….!!!!!šŸ™‚

  3. Sayang saya tak sepaham dengan Anda. Pada prinsipnya memang persamaan akuntansi diatas penekanannya lebih pada Ekuitas Pemilik, yang jadi pertanyaan adalah apa yang akan Anda lakukan?

    Bukankah doktrin itu sudah diajarkan dari masih Anda bersekolah di SMP dulu hingga Anda kuliah saat ini, siapa yang mau meluruskan doktrin tersebut? Tidak ada.

    Saat ini mungkin otak Anda sudah terkontaminasi doktrin tersebut, dan akhirnya Anda sadar bahwa apa yang selama ini diajarkan adalah salah. Lalu doktrin apa sebenarnya yang sesuai? Syariahkah? Ekonomi kerakyatankah? Sudah terujikah?

    Kesimpulannya adalah Anda tak kan tahu suatu doktrin itu benar atau salah bila Anda tidak mempelajari dan memahaminya.
    Sebuah profesi pada dasarnya adalah netral tak berpihak dan tidak memiliki idealisme, lalu individu atau kelompok itulah yang akhirnya cenderung kepada sebuah idealisme.

    Sebagai contoh. Mencuri kita kenal sebagai perbuatan tercela. Mengapa? Hal itu terjadi karena perbuatan individu atau kelompok itu, sehingga kata mencuri selalu berkonotasi negatif.

    Demikian tanggapan saya.

  4. Halim Usman, SE, M.SA

    Anda harusx lebih berfikiran dewasa. Perbanyak dech baca bukunya…

  5. Halim Usman, SE, M.SA

    Anda harusx lebih berfikiran dewasa. Perbanyak dech baca bukunya… Ingat ketika karyawan mendapatkan bonus dari Pemilik Modal, kan juga mengurangi Asset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s