Novel Laskar Pelangi Emang Keren

NN : Ya Ampyun mip!!!…lo baru baca novelnya…kemana aja lo…!!!
Mip2 : yah…secara gw yang mengidentifikasikan diri gw sebagai penikmat buku…(pinjaman)…gw blom baca tu novel kalo blm ada yg minjemin gw…dan kebetulan (seperti biasa) di kamar peni gw nemu tu buku…(dan peni seperti biasa minjem juga)…
NN : (Gubrak!!!)…(dengan tiga benjolan di batok kepala)…ni kakak sama adek sama aja…
Mip2 : Hahaha…itulah kenapa gw cinta keluarga gw…

Pelangi di atas Ficillium

Pelangi di atas Ficillium

Dyah…!!!gw harus minta maaf sama lo…dengan ini gw narik perkataan gw beberapa waktu yg lalu kalau novel laskar pelangi itu “cukup bagus dan lucu”…dan diganti dengan “bagus, lucu, ironis dan inspiratif”…walaupun gw masih kurang sreg sama penggunaan kalimat2 deskriptif yang terlalu banyak dan gk terlalu penting buat dibaca…hingga kadang2 gw lewatin langsung ke inti ceritanya…dan hal itu gk bakal bisa gw lakuin ketika baca Angels & Demons karena deskripsinya mengenai situasi vatican…artifak…lukisan…sangat menarik untuk diseriusin bacanya…atau ketika baca novel2 intelijenny Tom Clancy…

Dyah…!!!gw juga harus mengakui kalau setiap orang itu emang punya masa kecil yang unik…seperti pengalaman lucu…tingkah konyol…perjuangan…dan cinta pertama…paling gak…menurut gw itulah hal2 yang paling mungkin dialami oleh kita2 di tempo umur 6 s.d. 15 thn…contoh mereka juga sama dengan kita yaitu…saat baca bab si a ling tiba2 pergi ke jakarta meniggalkan cintanya yang hanya terlampiaskan setiap hari senin di toko serba ada khas belitong…gw terhenyak…perasaannya ketika mendengar deru pesawat yang ditumpangi a ling…ketika melihat pesawat itu lewat tepat di atas kepalanya…deru pesawat yang lewat di atas kepalanya seakan gk bisa menandingi jeritan hatinya…hatinya…gw yakin seakan mau pecah…namun ditahan menjadi isakan2 yang menyesakkan dada…hingga ruang untuk bernapas pun penuh terisi…dadanya saat itu benar2 sesak…karena itu pula yang gw rasain saat itu…namun hatinya pasti lebih sakit daripada yang gw rasakan…saat itu gw berpikir…kalau anak2 belitong itu ternyata memang anak2 kecil biasa…anak2 kecil yang sama dengan kecilnya kita dulu…dan hingga paragraf ini berakhir…kesimpulannya adalah…mereka sama dengan kita…

Namun se- sama2 –nya kehidupan mereka dengan kita…atau sebutlah dengan gw…kehidupan mereka sangat inspiratif…benar2 menginspirasi lebih dari apa yg gw laluin ketika gw kecil…segala kekurangan yang ada pada diri mereka…kekurangan pada fasilitas pendidikan…kekurangan pada keluarga mereka…nggak meredupkan sedikitpun api semangat dalam dada mereka…dada mereka seakan selapang lapangan sepakbola…atau bahkan lebih luas lagi…hingga mungkin mereka tidak merasakan satu pun kendala…bahkan mungkin yang gw sebutin sebetulnya juga bukan merupakan kendala buat mereka…bahkan lima buah bisul sebesar biji padi di pantat gk menghalangi niat untuk belajar…benar2 menginspirasi…hehehe…

HUAHH!!! Membaca novel ini bener2 bikin tekad gw bertambah…tekad untuk berusaha lebih…tekad untuk berbuat lebih untuk orang lain…dan tekad untuk mencapai cita-cita gw…novel ini seakan menjadi gambaran ironisnya sistem pendidikan nasional…hati gw remuk ketika lintang harus meninggalkan bangku sekolah…terjebak dalam kemiskinan yang menjadi pemandangan umum di belitong…gw gk bisa ngebayangin gimana rasanya ia harus berpisah dengan papan tulis kusam di kelas yang mirip gudang kopra itu…berpisah dengan buku2 pelepas dahaga pikiran…dan kecermelangan pikirannya akhirnya harus tersisihkan dengan otot2 yang harus ia gunakan lebih dominan…gw gak rela…

AAAHHHH!!!!…mengetahui nasib lintang selanjutnya bener2 bikin gw sebel…saking sebelnya…gw akhirnya kembali hunting buku2 bekas dan murah buat penunjang kuliah gw…karena lintang sudah berpisah dengan itu semua…berpisah dengan buku2 dan suasana tercerahkannya pikiran ketika membaca…hunting buku2 bekas adalah hal yang nggak pernah lagi gw lakuin selepas SMA…karena ketika SMA…gw muak sama buku paketan yang dikasi sekolah…buku2 itu menurut gw kurang bermutu…hal itu yang akhirnya gw lebih memilih beli buku2 bekas dan nyari2 buku di perpustakaan hingga gw akrab sama si mbak2 penjaga perpus…dan sampai sekarang namanya pun gw gk tau…waktu itu gw hanya memanggil ia dengan sebutan mbak…

Ironisnya nasib lintang juga ngebikin gw akhirnya akrab lagi sama my little Oxford Dictionary…HUUAAAHHH!!!…gw bener2 gk rela sama nasib yang dialami lintang…kalo mereka…9 orang laskar pelangi itu gk berbuat apa2 untuk LIntang…kalau pak harfan dan bu mus hanya bisa menyesali Lintang yang akhirnya harus berhenti sekolah…walaupun mereka saat itu juga merasa sedih…GW…gw akan berbuat untuk Lintang…demi Lintang gw akan berjuang lebih keras dan berbuat lebih banyak untuk diri gw dan orang lain…

SIAL!!!!

5 Comments

Filed under Uncategorized

5 responses to “Novel Laskar Pelangi Emang Keren

  1. dyah

    catet omongan lo..!!!

    “…demi Lintang gw akan berjuang lebih keras dan berbuat lebih banyak untuk diri gw dan orang lain…”

    krn pd akhirnya setiap perkataan kita, kelak akan dmintai pertanggungjawabannya. hehehe

    Tapi kenapa mesti demi lintang sih bro??? kok posisi lintang jd something holy gitu ya
    gak ngerti

  2. mip2

    tenang aja sis…udah gw catet di blog…itu salah satu tujuan hidup gw…gw gk akan lupa ; untung gw tulis demi lintang…bukan demi Allah…hehehe ; karena lintang itu poros ironi yang ditampilkan di novel…

  3. bayu200687

    belum baca novelnya…
    belum nonton filmnya…
    ga pengen baca…
    ga pengen nonton…
    tanya kenapa???

  4. aitum iras

    baca laskar pelangi jauh sebelum novel-nya booming.
    nonton film-nya, hr senin, sengaja ijin dari kantor nonton jam 12 s/d jam 14, sendiri, diantara anak-anak dan guru-guru, nangis sedikit, ketawa banyak, menurut gw lebih bagus isi bukunya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s