Balada Kemerdekaan

ini dia postingan lawas gw di salah satu milis…gw edit2 dikit biar bisa cocok dibaca semua orang…bukan kalangan tertentu aja…(ya iyalah milis kan buat kalangan tertentu)…jadi…ini dia…

“hmmm….gw dapet pengalaman menarik nih…waktu itu…gw naek mikrolet…pas pulang dari kantor(tua, berdebu, dan suka jadi tempat kucing poop)…

hari itu tepat setelah hari kemerekaan…kalo gk salah hari selasa deh…soalnya kan hari senin ada cuti bersama nyambung libur 17 agustus(orang indonesia emang suka banget sama libur)…

nah…gw mendengar pembicaraan menarik nih…tapi pertama-pertama…gw ceritain kondisinya dulu…waktu itu pas memasuki jalan balai rakyat…seperti yang lo tau…atau kalau kalian belom tau…jalan balai rakyat itu ada dua jalur kan…kemudian tiap jalurnya dipisahin sungai…nah…jalur yang ke arah rumah gw itu jalannya ditutup karena ada panggung dangdutan…

nah si supir nih ngeluh…ngapain sih ngadain panggung-panggung hiburan segala…padahal kan hidup lagi susah…minyak tanah udah langka…mahal pula…kompor gas juga naek…trus suka meledak lagi…terlebih harga-harga kebutuhan pokok mahal2 semua…

intinya gk sangguplah “kita-kita” golongan masyarakat ekonomi lemah menghidupi diri dan keluarganya…atau kalo kata2 itu dinilai terlalu dinilai hiperbola banget…gw katakan deh…kalau nggak sangguplah…golongan masyarakat ekonomi lemah hidup dengan leluasa…tidak terbebani mahalnya harga barang2 kebutuhan pokok…

di dalam rasa sebel dan kesel karena jalanan jadi macet soalnya jalanan yang bisa dipake cuman satu jalur doank…si supir itu nyaut lagi…ngapain sih ngerayain kemerdekaan padahal di negara yang “merdeka” ini rakyatnya justru terlilit kemiskinan dan kebodohan (ini kata2 gw pribadi, kata2 supirnya gk kayak gitu seh)…buat apa merayakan kemerdekaan…padahal kita hidup susah…

pikir gw…buat apa juga si ye…merayakan kemerdekaan padahal kita nggak merasakan hakikat sebenarnya dari kemerdekaan…seperti merayakan kemerdekaan semu…atau justru rakyat ingin berpesta sesekali saja untuk menghilangkan beban hidup mereka yang bikin kapalan bahu mereka…yang bikin bengkak telapak kaki mereka…yang bikin kelopak menghitam…dan yang bikin telapak2 mereka hitam dan kasar…

hmmm…buat apa ya merayakan kemerdekaan…padahal pemimpin2 yang dipilih…justru kebanyakan kurang atau tidak mempedulikan hajat pemilih mereka…gw masih inget waktu itu di TV ketika seorang calon gubernur yang diklaim menang pilkada karena hasil quick qount menunjukkan ia unggul atas pesaing2nya…diwawancarai sama reporter…kemudian ditanya…apakah ia akan segera mewujudkan janji2nya selama kampanye…dengan enteng ia menjawab kalo itu bukan janji…siiinggg…kepala gw langsung pusing…GILA…negara ini GILA…

balada kemerdekaan…semakin dipikir semakin gk jelas balada ini akan berujung…semakin dicermati jalan ceritanya semakin gak jelas apa kira2 ending yang akan terjadi buat balada ini…biarkanlah gw pusing memikirkan itu…tak apalah kalau mereka ingin berpesta…gk salah kalau rakyat ingin berpesta…berjoget…bernyanyi…berlomba…tak apalah mereka tertawa…senang…riang…lagian kapan lagi mereka bisa bersenang2…lalu apakah kita ingin melarang mereka bergembira…karena sebenarnya kita belum benar-benar merdeka…apakah kita ingin mencegah tawa lepas mereka…apakah kita ingin melarang mereka menari…berjoget…atau melarang mereka agar senyum yang sudah terkulum batal dikulum…apakah tega…kalau kita bilang ke mereka…heii…kita belum merdeka…jadi kalian jangan bersenang2 sekarang…lebih baik rubuhkan panggung hiburan kalian…hapus cat penunjuk jalur untuk lomba 17-an…lo mw bilang gitu?…MAU DIGAPRAK!!!!

balada kemerdekaan…kenapa gw sebut balada…karena ibarat drama…lo masih menyimpan harapan…harapan akan adanya antiklimaks dimana suasana dan kondisi kembali kondusif…tidak ada perselisihan…dan semua pelakunya menjadi rukun kembali…

ibarat balada…masih ada kehidupan yang lebih baik di masa depan…dan harapan itu gw temukan ketika beberapa hari setelah 17-an…di hari minggu itu…ketika angin siang menanggung sore menyisir rambut gw yang indah ini (alah mulai deh…)…gw mendengar anak-anak TK di balai rakyat/gelanggang remaja matraman(waktu itu ada acara apaan gw juga gk ngerti) menyanyikan lagu-lagu nasional dengan suara khas cemprengnya…khidmat…khas anak2…setelah mereka mengumandangkan takbir…Allahu Akbar…khidmat…tulus tanpa kebohongan…

harapan itu masih ada…gw tertegun di balkon lantai 2 rumah gw yg jelas menghadap bulat2 gelanggang itu…harapan itu masih ada…harapan itu kelak akan berada di pundak mereka…namun kini harapan itu ada di pundak kita…tidak ada waktu untuk mengeluh…tidak ada waktu untuk mementingkan diri sendiri…tidak ada waktu untuk berusaha sedikit…saatnya bekerja…berusaha…karena kitalah yang akan membuat rakyat tersenyum denga kuluman yang paling murni…senyum yang terkulum karena mereka benar-benar merdeka…karena kitalah yang akan membuat mereka tertawa bahagia…bukan bahagia karena dibuai lagu2 dangdut atau lagu2 pop jaman sekarang…saatnya membuat mereka tertawa bahagia…karena mereka benar2 merdeka…

kini…harapan itu ada di pundak kita…bagi yang tidak sadar kalau harapan itu ada di pundak kita…lihatlah nenek penjual tisu di depan gedung induk departemen keuangan yang selama bulan puasa ini tidak gw lihat lagi keberadaannya…lihatlah orang2 yang setiap hari makan nasi aking atau nasi remahan dari truk2 pengangkut beras…lihatlah anak2 yang sudah teracuni budaya pop…bunuh diri karena orangtuanya tidak bisa membayar uang sekolah mereka atau jangan2 karena orangtuanya tidak bisa membelikan hape terbaru…

balada kemerdekaan harus diakhiri dengan akhir yang bahagia…dengan senyum terkulum…tulus karena kita benar2 MERDEKA….!!!

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s